Mau Kuliah Arsitektur? Perhatikan Hal Hal Berikut!

Menjadi seorang arsitektur memang merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan keluarga. Apalagi ketika ada yang bertanya apa jurusanmu.  

Jurusan yang terkenal mahal dan sulit ini jarang bisa dilewati oleh mahasiswa. Namun, bukan berarti semua orang tidak bisa melakukannya ya.  

Hal-Hal Yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Masuk Arsitektur 

Banyak sekali kampus-kampus yang menyediakan jurusan arsitektur. Karena itu, mudah saja bagi kalian untuk memilih kampus mana yang akan kalian percaya untuk menempuh ilmu.  

Namun, sebelum masuk ke dunia arsitek, kalian harus memperhatikan beberapa hal berikut ini untuk memastikan bahwa kalian memang cocok dibidangnya. Apa saja? Yuk simak.  

1.Jago Gambar Bukan Penentu  

Kalau kalian merasa cocok masuk arsitektur karena jago gambar, sepertinya masih harus dipikir baik-baik lagi nih. Karena, kalian juga harus tahu style gambar kalian itu cocok ke bidang apa.  

Misalnya kalian suka menggambar kartun, karikatur, atau anime, arsitektur malah gak cocok. Karena gambar yang akan digunakan di arsitektur adalah seputar bangunan.  

Karena itu, kalian harus tahu banget apa dan bagaimana style gambarmu sehingga tidak salah saat memilih jurusan kuliah.  

2.Harus Belajar Terus  

Kata orang-orang, kuliah arsitektur ini bisa sering lembur. Namun, hal ini tergantung dari universitas dan management waktumu ya.  

Tugas kuliah di jurusan arsitektur itu biasanya hanya satu tema proyek besar. Misalnya, bangunan bertingkat tinggi, maka semua mata kuliah akan mengacu pada bangunan bertingkat tinggi.  

Namun, yang harus kalian perhatikan adalah detailnya seperti denah, tampak, potongan, dan lain-lain. Belum lagi revisi dari dosen yang tidak pernah disukai oleh mahasiswa manapun.  

Jelas aja, udah bikin cape-caoe masih di revisi. Pusing. Namun, kalau kalian memang suka dengan bidang ini, lama kelamaan pasti akan terbiasa kok.  

3.Siap Biaya 

Biaya yang dimaksud disini bukan hanya biaya kuliah per semesteran loh. Karena, kalian juga harus siap untuk membeli peralatan seperti laptop, aloat gambar, biaya print gambar , dan lain-lain.  

Laptop yang dipakai juga gak boleh yang kentang. Bisa-bisa kalian telat ngumpul tugas melulu, selain itu, jurusan arsitek bahkan sudah memiliki standar aplikasi yang harus kalian beli dengan merogoh kocek sebesar 5 Jutaan.  

Belum lagi biaya print yang harus kalian keluarkan. Kalau print warna A4 sebesar 1.000 saja kalian bilang mahal, coba bayangkan kalau kalian harus mengeluarkan biaya untuk print warna kertas A1 berlembar-lembar.  

Jadi, kalian harus siap dana ya untuk kuliah di jurusan ini.  

4.Beda Arsitek dan Drafter? 

Setelah lulus dengan gelar S1 Arsitektur, tak langsung membuatmu menjadi seorang “arsitek” begitu saja. Karena, kalian masih punya banyak tahapan yang harus dilewati.  

Drafter sendiri mempunyai arti umum sebagai tukang gambar, yang juga bisa dilalui dari SMK jurusan menggambar bangunan.  

Namun, gaji seorang drafter pastinya lebih rendah dari arsitek. Namun, kalian yang lulus dengan S1 Arsitek mungkin akan galau karena kenyataannya, gajimu tak jauh berbeda dengan mereka yang lulusan SMK.  

5.Bekerja Tak Sesuai Jurusan? Malu.  

Tak sedikit jurusan arsitektur yang memilih pekerjaan diluar bidangnya. Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi mereka.  

Namun, seringkali orang lain memberikan reaksi yang tidak menyenangkan ketika seorang lulusan arsitek tidak bekerja sebagai arsitek.  

Padahal, ada banyak jurusan lain yang juga tidak bekerja sesuai bidangnya. Namun arsitek kelihatannya sangat disoroti.  

Itulah beberapa hal yang harus kalian perhatikan jika ingin kuliah di jurusan arsitektur. Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan sampai salah jurusan ya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *